Fokus PA. Lubuk Basung

Kalender Kegiatan Ketua

Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

Berita PA.Lubuk Basung

Akhirnya..BPS Agam Mendarat Di PA Lubuk Basung

Akhirnya..BPS Agam Mendarat Di PA Lubuk Basung

Lubuk Basung | www.pa.lubukbasung.go.id Selasa/ 20 Agustus 2019. Persiapan demi persiapan telah dilakukan oleh Tim Zona Integritas PA Lubuk Basung menjelang kedatangan Tim Survey Pembangungan Zona Integritas Menuju WBK...

Peringati HUT MARI Ke-74  PA Lubuk Basung lakukan Upacara Gabungan

Peringati HUT MARI Ke-74 PA Lubuk Basung lakukan Upacara Gabungan

Lubuk Basung | www.pa.lubukbasung.go.id Senin/ 19 Agustus 2019. Dalam rangka memperingati HUT Mahkamah Agung RI ke 74, Pengadilan Agama Lubuk Basung melakukan upacara bersama dengan Pengadilan Negeri Lubuk Basung...

Upacara HUT RI Ke 74 PA Lubuk Basung  Berlangsung Khidmat

Upacara HUT RI Ke 74 PA Lubuk Basung Berlangsung Khidmat

Lubuk Basung | www.pa.lubukbasung.go.id Sabtu/ 17 Agustus 2019. Pada hari ini Sabtu 17 Agustus 2019 merupakan hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia karena tepat pada 74 tahun...

Ikuti Sesi Kedua, Ketua PA Lubuk Basung  Terima Sertifikat Pembangunan ZI dari Dirjen Badilag

Ikuti Sesi Kedua, Ketua PA Lubuk Basung Terima Sertifikat Pembangunan ZI dari Dirjen Badilag

Jakarta | www.pa.lubukbasung.go.id Kamis/ 8 Agustus 2019. Ketua Pengadilan Agama Lubuk Basung Afrizal, S.Ag, MH ikuti sesi kedua Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM yang diadakan di...

Ketua PA Lubuk Basung  Hadiri Evaluasi Lanjutan Pembangunan Zona Integritas oleh MARI

Ketua PA Lubuk Basung Hadiri Evaluasi Lanjutan Pembangunan Zona Integritas oleh MARI

Lubuk Basung | www.pa.lubukbasung.go.id Kamis/ 7 Agustus 2019. Ketua Pengadilan Agama Lubuk Basung Afrizal, S.Ag, MH pada hari Rabu tanggal 6 Agustus 2019 bertolak ke Jakarta untuk menghadiri...

Sambut TPN ZI Menuju WBK dan WBBM Ketua PA Lubuk Basung Galakkan Budaya  “Ten Minutes Morning Cleaning”

Sambut TPN ZI Menuju WBK dan WBBM Ketua PA Lubuk Basung Galakkan Budaya “Ten Minutes Morning Cleaning”

Lubuk Basung | www.pa.lubukbasung.go.id Kamis/ 1 Agustus 2019. Dalam rangka menyambut kedatangan Tim penilai Nasional (TPN) Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM di PA Lubuk Basung, Afrizal,...

Sistem Konvensional VS Syariah

Oleh : Ahmad Gozali
Twitter : @ahmadgozali
Financial Planner dari Zelts Consulting

Perbedaan mencolok antara keuangan konvensional dan syariah adalah riba. Transaksi riba yang paling banyak terjadi adalah membungakan uang. Menganggap uang bisa berkembang dengan sendirinya seiring waktu, dengan cara dipinjamkan kepada orang lain.

Para pemilik modal meminjamkan uang, kemudian secara otomatis, uangnya bertambah dan terus menumpuk tanpa harus melakukan apapun. Bahkan tidak ada risiko.
Sedangkan pengguna modal harus menanggung risiko kerugian jika dagangannya tidak laku. Pemodal tak mau tahu, yang penting uangnya terus berbunga. Dampaknya, yang kaya bertambah kaya, apapun situasinya. Di lain pihak, yang miskin bertambah miskin lantaran harus membayar bunga, kendati bisnisnya merugi.

Hal ini tidak sesuai dengan prinsip keadilan. Seharusnya, semua orang punya kesempatan sama untuk berusaha menyejahterakan dirinya. Namun, dengan sistem bunga, penguasa ekonomi adalah pemilik modal. Bukan yang paling kreatif, paling kerja keras, atau paling lihai menjual.

Selain itu, sistem bunga juga membuat seseorang menjadi malas. Pemilik uang melimpah tidak perlu lagi bekerja. Cukup diam, keuntungan terus mengalir.

Mental mau untung sendiri tapi tak mau ikut tanggung risiko ini saya sebut dengan mental deposan. Mental orang-orang yang hanya mau untung besar, pasti dapat, dan tidak bersedia ikut menanggung risiko saat rugi.

Bagaimana solusi yang diberikan oleh sistem keuangan syariah?
Sistem keuangan syariah membedakan antara transaksi sosial dan bisnis. Meminjamkan uang adalah transaksi sosial.

Biasanya, peminjam dalam kondisi terdesak  dan tidak memiliki dana untuk sekadar survive. Misalnya, pinjam uang untuk berobat, makan, dan sejenisnya. Maka ketika pinjam uang, harus dikembalikan dengan jumlah sama. Tidak boleh mengambil keuntungan dari pinjaman jenis ini.

Ekonomi syariah mendorong semua orang untuk berbisnis. Minimal secara pasif dengan uangnya saja. Tidak perlu dengan menyertakan tenaga dan waktunya.

Bagi pemilik modal tanpa punya keahlian berbisnis, didorong untuk bersinergi dengan yang punya keahlian, tapi tak punya modal. Intinya, bagi yang perlu modal bisnis, pinjam uang bukanlah solusi. Melainkan, mengajak orang lain berbisnis dengan cara berkongsi, jual-beli, sewa-menyewa, dan lain sebagainya.

Jika perlu modal uang segar untuk membayar gaji dan biaya operasional atau tambahan modal dalam jangka panjang, solusi paling benar dengan cara transaksi bagi hasil. Pemodal menempatkan dana, pengusaha mengolah bisnisnya. Untung dan rugi diterima bersama, walaupun dengan batasan tertentu.
Jika perlu modal tambahan untuk pengadaan barang tertentu, misalnya perlu kendaraan, mesin produksi, bahan baku, dan lain-lain yang bersifat nyata, jangan pinjam uang. Solusi terbaiknya transaksi jual-beli. Minta pemodal membelikan barang tersebut dari pemasok, lalu beli dari pemodal dengan harga cicilan yang disepakati. Mirip dengan pinjam uang lalu bayar cicilan, tapi dengan jual-beli kita mengajak pemodal untuk berbisnis. Bukan menjadi “petani bunga” saja.

Bagaimana dengan keperluan perlu tambahan modal untuk sewa gedung kantor yang perlu dibayar sekaligus di muka? Bisa juga dengan cara meminta pemodal menyewakan gedung tersebut dari pemiliknya.

Selanjutnya, kita menyewa dari si pemodal dengan cicilan per bulan agar lebih ringan. Jika pinjam uang dengan bunga, pemilik uang tidak berbisnis apa-apa. Tapi dengan cara sewa-menyewa, pemilik uang ikut berbisnis. Itu yang diinginkan ekonomi syariah. Semua orang bisnis, bukan menjadi “petani bunga” saja.
Dengan membelikan barang atau menyewakan manfaat, maka pemodal ikut berbisnis dan menanggung kerugian. Begitu juga dengan menanamkan modal bagi hasil, pemodal ikut memikirkan bagaimana agar bisnisnya maju. Jika bisnisnya merugi, ia juga akan ikut rugi.

Keadilan inilah yang diharapkan dalam keuangan syariah. Pemodal tak cuma ongkang-ongkang kaki. Minimal mendoakan mitranya agar bisnis yang dijalankan menguntungkan.
Please, jangan ada bunga di antara kita. Mari kita berbisnis saja.

Ahmad Gozali
Twitter : @ahmadgozali
Financial Planner dari Zelts Consulting

Sumber : http://id.berita.yahoo.com/please--jangan-ada-bunga-di-antara-kita-092124026.html

Photo Galeri

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
Joomla! Slideshow

Video Galeri

Artikel & Kisah Inspiratif

PALB Facebook