logo

Selamat Datang di Website Resmi Pengadilan Agama Lubuk Basung

Selamat datang kami ucapkan kepada seluruh pengunjung Website Resmi Pengadilan Agama Lubuk Basung di manapun anda berada. Kini, hanya dengan mengakses alamat kami di http://pa-lubukbasung.go.id baik dari komputer, laptop, tablet maupun smartphone, anda akan mendapatkan beragam informasi penting, mulai dari prosedur berperkara, jadwal persidangan, berita-berita terbaru dan informasi lainnya.
Selamat Datang di Website Resmi Pengadilan Agama Lubuk Basung

KOMITMEN BERSAMA ZONA INTEGRITAS

Pembangunan ZonaIntegritasMenuju Wilayah BebasKorupsi (WBK) Wilayah BirokrasiBersihdanMelayani (WBBM) Pengadilan Agama Lubuk Basung
KOMITMEN BERSAMA ZONA INTEGRITAS

Tutorial Penyelesaian Gugatan Ekonomi Syariah

Video yang berisi tentang cara penyelesaian perkara ekonomi syariah dengan acara yang sederhana
Tutorial Penyelesaian Gugatan Ekonomi Syariah

Aplikasi SIPP

Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.
Aplikasi SIPP

SIWAS

Aplikasi yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, untuk melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia atau Peradilan dibawahnya.
SIWAS

PA. LUBUK BASUNG

Ketua PA. Lubuk Basung mendapatkan Sertifikat Pembangunan Zona Integritas dari Mahkamah Agung RI
PA. LUBUK BASUNG

KOMITMEN BERSAMA

Untuk Melaksanakan Pelayanan Berstandar Akreditasi Penjaminan Mutu Demi Mewujudkan Indonesia Court Performance Exellent (JCPE) Secara : Cepat, Ramah dan Sopan, Adil, Islami, Transparan, Profesional, Tidak Memihak, Tidak Mempersulit, Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Akuntabilitan dan Integritas Institusi Pengadilan Agama Lubuk Basung, Tidak Menalahgunakan Sarana dan Prasarana serta Fasilitas Pelayanan Publik, Tidak Memberikan Informasi yang Salah dan Menyesatkan Dalam Menanggapi Permintaan Informasi, Proaktif Dalam Memenuhi Kepentingan Masyarakat, Tidak Menyimpang Dari Prosedur, Tdak Menyalahgunakan Informasi, Jabatan dan Wewenang. KOMITMEN BERSAMA
KOMITMEN BERSAMA

JADWAL SIDANG

jwdl sdng

 

Pengadilan Agama memberikan kemudahan akses informasi jadwal sidang untuk para pihak yang sedang berperkara.

BIAYA PERKARA

pnjr Estimasi panjar biaya yang dibayar oleh pihak yang berperkara dalam proses penyelesaian suatu perkara.

 

 SIWAS

 

 

Laporkan Pelanggaran "Kode Etik" di Lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Badan Peradilan di Bawahnya.

 

 SILAT

SILAT

 

 

Melalui SILAT (Sistem Informasi Laporan Tahunan), akan mempermudah dalam kompilasi data dalam penyusunan Laporan Tahunan

 

APLIKASI PERMOHONAN CUTI

ecuti

 

 

Melalui e-Cuti, setiap pegawai dapat mengajukan dan disposisi permohonan cuti oleh pejabat yang berwenang di manapun berada

 

 PUSTAKA

sippabc

Melalui PUSTAKA ONLINE, anda dapat memperoleh informasi terbaru dengan cepat.

 

 

Selamat Datang Di Website Resmi Pengadilan Agama Lubuk Basung .................. Pengadilan Agama Lubuk Basung Berkomitmen Untuk Mensukseskan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

APLIKASI - APLIKASI  PENDUKUNG

   

   

 

Oleh : Ahmad Gozali
Twitter : @ahmadgozali
Financial Planner dari Zelts Consulting

Perbedaan mencolok antara keuangan konvensional dan syariah adalah riba. Transaksi riba yang paling banyak terjadi adalah membungakan uang. Menganggap uang bisa berkembang dengan sendirinya seiring waktu, dengan cara dipinjamkan kepada orang lain.

Para pemilik modal meminjamkan uang, kemudian secara otomatis, uangnya bertambah dan terus menumpuk tanpa harus melakukan apapun. Bahkan tidak ada risiko.
Sedangkan pengguna modal harus menanggung risiko kerugian jika dagangannya tidak laku. Pemodal tak mau tahu, yang penting uangnya terus berbunga. Dampaknya, yang kaya bertambah kaya, apapun situasinya. Di lain pihak, yang miskin bertambah miskin lantaran harus membayar bunga, kendati bisnisnya merugi.

Hal ini tidak sesuai dengan prinsip keadilan. Seharusnya, semua orang punya kesempatan sama untuk berusaha menyejahterakan dirinya. Namun, dengan sistem bunga, penguasa ekonomi adalah pemilik modal. Bukan yang paling kreatif, paling kerja keras, atau paling lihai menjual.

Selain itu, sistem bunga juga membuat seseorang menjadi malas. Pemilik uang melimpah tidak perlu lagi bekerja. Cukup diam, keuntungan terus mengalir.

Mental mau untung sendiri tapi tak mau ikut tanggung risiko ini saya sebut dengan mental deposan. Mental orang-orang yang hanya mau untung besar, pasti dapat, dan tidak bersedia ikut menanggung risiko saat rugi.

Bagaimana solusi yang diberikan oleh sistem keuangan syariah?
Sistem keuangan syariah membedakan antara transaksi sosial dan bisnis. Meminjamkan uang adalah transaksi sosial.

Biasanya, peminjam dalam kondisi terdesak  dan tidak memiliki dana untuk sekadar survive. Misalnya, pinjam uang untuk berobat, makan, dan sejenisnya. Maka ketika pinjam uang, harus dikembalikan dengan jumlah sama. Tidak boleh mengambil keuntungan dari pinjaman jenis ini.

Ekonomi syariah mendorong semua orang untuk berbisnis. Minimal secara pasif dengan uangnya saja. Tidak perlu dengan menyertakan tenaga dan waktunya.

Bagi pemilik modal tanpa punya keahlian berbisnis, didorong untuk bersinergi dengan yang punya keahlian, tapi tak punya modal. Intinya, bagi yang perlu modal bisnis, pinjam uang bukanlah solusi. Melainkan, mengajak orang lain berbisnis dengan cara berkongsi, jual-beli, sewa-menyewa, dan lain sebagainya.

Jika perlu modal uang segar untuk membayar gaji dan biaya operasional atau tambahan modal dalam jangka panjang, solusi paling benar dengan cara transaksi bagi hasil. Pemodal menempatkan dana, pengusaha mengolah bisnisnya. Untung dan rugi diterima bersama, walaupun dengan batasan tertentu.
Jika perlu modal tambahan untuk pengadaan barang tertentu, misalnya perlu kendaraan, mesin produksi, bahan baku, dan lain-lain yang bersifat nyata, jangan pinjam uang. Solusi terbaiknya transaksi jual-beli. Minta pemodal membelikan barang tersebut dari pemasok, lalu beli dari pemodal dengan harga cicilan yang disepakati. Mirip dengan pinjam uang lalu bayar cicilan, tapi dengan jual-beli kita mengajak pemodal untuk berbisnis. Bukan menjadi “petani bunga” saja.

Bagaimana dengan keperluan perlu tambahan modal untuk sewa gedung kantor yang perlu dibayar sekaligus di muka? Bisa juga dengan cara meminta pemodal menyewakan gedung tersebut dari pemiliknya.

Selanjutnya, kita menyewa dari si pemodal dengan cicilan per bulan agar lebih ringan. Jika pinjam uang dengan bunga, pemilik uang tidak berbisnis apa-apa. Tapi dengan cara sewa-menyewa, pemilik uang ikut berbisnis. Itu yang diinginkan ekonomi syariah. Semua orang bisnis, bukan menjadi “petani bunga” saja.
Dengan membelikan barang atau menyewakan manfaat, maka pemodal ikut berbisnis dan menanggung kerugian. Begitu juga dengan menanamkan modal bagi hasil, pemodal ikut memikirkan bagaimana agar bisnisnya maju. Jika bisnisnya merugi, ia juga akan ikut rugi.

Keadilan inilah yang diharapkan dalam keuangan syariah. Pemodal tak cuma ongkang-ongkang kaki. Minimal mendoakan mitranya agar bisnis yang dijalankan menguntungkan.
Please, jangan ada bunga di antara kita. Mari kita berbisnis saja.

Ahmad Gozali
Twitter : @ahmadgozali
Financial Planner dari Zelts Consulting

Sumber : http://id.berita.yahoo.com/please--jangan-ada-bunga-di-antara-kita-092124026.html

  • Artikel
  • Berita PTA Padang
  • Berita Badilag
  • Berita Mahkamah Agung

Hubungi Kami

Pengadilan  Agama Lubuk Basung

Jl Sutan Syahrir No - Lubuk Basung, Kabupaten Agam - Sumatera Barat

Telp :  0752 76040

Fax : 0752 66301

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Lokasi 

google map

Facebook

facebook

">youtube